imunisasi gabriel
Usai sudah proses imunisasi Gabriel. Ditutup dengan seri ketiga dari imunisasi campak di bulan kesepuluh usianya.
Seperti biasa, dan sebagaimana Abang Yeremia, imunisasi dilakukan oleh Ompung dokter di praktek Graha Indah. Seperti imunisasi sebelumnya, senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Bahkan ketika dibaringkan diatas tempat tidur periksa dan Ompung mami ditugaskan memegang kedua kakinya. Juga saat jarum suntik yang tajam itu menembus kulit halus kakinya, senyum masih menghias wajahnya.
Teriakan baru terdengar saat jarum suntik dicabut dan dengan sigap oleh Ompungnya. Gabriel menangis. Tapi tidak lama. Teriak dan jeritannya tidak lebih dari semenit. Setelah itu, dengan mata masih berair, biasanya Gabriel akan diam. Dan kalau digoda, senyumnya akan keluar. Meski masih sedikit tertahan.
Untuk imunisasi terakhir ini, tidak seperti biasa yang oleh Ompung dokter disarankan minum Panadol untuk menurunkan demam, sebagai efek imunisasi, Gabriel hanya diberi puyer. Namun hingga sehari setelah imunisasi, Gabriel tidak demam. Adek hebat, euy.. Sesaat sebelum masuk ruang praktek, seperti biasa, Gabriel juga ditimbang. Ternyata sekarang, Gabriel sudah sepuluh setengah kilogram.
